Mereka Sendiri adalah Korban

Beberapa hari belakangan saya melihat berita di medsos dan televisi, mengenai pemboman serentak di gereja-gereja Surabaya. Tak kurang dari 43 korban cedera, dan 13 orang meninggal dunia karena disulut oleh rasa benci yang tak beralasan.

Izinkan saya berbelasungkawa. Bukan untuk korban saja, tapi juga pelakunya.

“The real terrorists” bukan mereka yg membunuh di lapangan, bukan. Mereka hanya orang-orang bodoh, mereka juga korban. The real terrorists adalah mereka yg memanipulasi serta mensponsori tindakan mereka.

Terorisme adalah sebuah bentuk perang, dan perang butuh pemimpin dan pendana. Ini perang jiwa, perang psikologis. Terorisme mencoba memanipulasi emosi kita dan mengubah perilaku kita dengan menciptakan kebencian, ketakutan, ketidakpastian, dan akhirnya perpecahan dalam hubungan antar sesama yang akhirnya memecah belah kita semua.

Tantangan kita sekarang adalah : tetap bersatu.

Baca juga:

  1. Kecaman atas pemboman Geraja Surabaya oleh Ketua Umum Projo.
  2. Kecaman serupa oleh Relawan Jokowi Jong Melayu, Ina Surbakti
  3. Analisa atas gejolak nilai tukar rupiah dan IHSG sebelum dan setelah teror oleh Kartika Djoemadi

 

Advertisements

2 thoughts on “Mereka Sendiri adalah Korban

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s