Lend Your Hand, Fight Terrorism!

ananda

Para teroris yang sudah tidak memiliki perasaan sudah tahu bahwa kita selalu melakukan hal yang sama setelah setiap serangan. Satu menit doa dalam keheningan.

Lilin, bunga, teddy bear, musik, lalu … lupa. Lupa sampai para teroris kembali menunjukkan cakarnya dan ritual yang sama pun diulang. Menit-menit hening yang biasa, lilin yang meleleh, bunga-bunga kering, teddy bears yang tertutupi debu, tindakan penolakan dalam bentuk konser musik melawan kekejaman yang kejam dan tak manusiawi.
Para sponsor teroris tertawa , memuja dewa kematian, memancarkan ancaman mereka melalui media sosial dan terus merencanakan serangan berikutnya. Mereka sadar bahwa tidak ada yang akan berubah dan seiring waktu, segalanya, tentu saja semuanya, dilupakan. Yang bagi kita kaum menengah adalah perang, bagi mereka itu adalah metode mendapatkan kekayaan dan kekuasaan.

Di banyak pemerintahan negara Eropa, mereka berkata bahwa kita harus terbiasa dengan serangan, penyiksaan, bom, penusukan, pemerkosaan, dan taktik teroris lainnya tanpa akhir yang memberi begitu banyak pendapatan kepada para penguasa zholim.

Pesan yang Anda kirimkan kepada para teroris adalah bahwa Anda terus membunuh, bahwa kita akan tetap diam, dengan menit keheningan, lilin, bunga, boneka beruang, dan konser gas air mata kita. Bahwa musik tidak dapat menjinakkan kebiadaban.

Pemerintah Eropa meminta kami, agak memaksakan, untuk terbiasa hidup dengan para teroris.

Maka janganlah kita mengulangi kesalahan yang sama. Kita cinta damai, tapi seringkali kedamaian hanya dapat diraih dengan serangan balik. Lilin, doa dan musik bukan simbol kepasrahan, tapi pemersatu kita menjadi alat Tuhan untuk memperjuangkan kedamaian tersebut.

Kini saatnya kita bangkit melawan. Pukul 19:00 hari ini yuk berkumpul bersama ribuan masyarakat lainnya dengan baju putih di Bunderan HI!

Bersama-sama kita akan menghaturkan doa untuk bangsa dan negara, untuk semua korban bom di Surabaya dan Mako Brimob, serta memberikan dukungan kepada Pemerintah dan kemanan untuk mengejar pelaku sampai tuntas, diberi hukuman seberat-beratnya. Jangan biarkan ibu pertiwi menangis lagi.

Jadilah bagian dalam gerakan ini, berhentilah cuma diam, karena #terorismusuhbersama

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s