Tsunami Aural


Mungkin anda mengira nulis musik itu ya mulai dari depan ampe belakang kan? Gini ini … mulainya enaknya gimana yaaa …. terus go with the flow (of the melody). Kalau nulis lagu pop iya sih bener, tapi kalau nulis karya dgn classical style, itu ga selalu gitu. Bahkan yg saya kerjakan saat ini tuh saya mulai dari not paling akhir, mundur ke not paling awal. Loh kok kayak nulis bahasa Arab? Hehehe iya. Gini yak…
“Struktur” itu salah satu elemen yg penting dalam karya musik. Jadi yang kami lakukan adalah bikin strukturnya dulu, kayak arsitek lah, bikin gambar rumahnya sebelum naruh batu bata satu-satu gitu. Nah sekarang nih, saya sedang bikin musik yang menggambarkan tsunami. Ya iyalah, inspirasinya dari tsunami Krakatau yang barusan. Saya kan pernah bilang, musik itu dokumentasi dari kejadian saat ini, lupa yak? Baca lagi deh artikel Media Indonesia ini

Nah saya seharian bbrp hari yg lalu itu nge-google, tsunami itu gimana sih prosesnya, sampai bisa jadi gelombang yg gede banget itu. Ternyata itu terjadi dari gelombang-gelombang kecil yang terakumulasi. Sebetulnya ga beda jauh dengan “teori fraktal” kalau di geometri (iya iya pak guru, saya dulu di SMA jeblok banget geometrinya, I knooooowww udah ga usah diingetin!!). Makanya titik awalnya tsunami itu gak keliatan sebagai ombak yg gede, keliatannya sih biasa aja. Sekarang saya baca soal fraktal ini kebayang indahnya sih, bukan kebayang matematikanya yg ribet itu. Jadi, saya pikir, ah bikin yuk musik tentang ini. Nah musik ini ya akhirnya harus “grande” dong, karena akumulasi pola-pola sederhana itu. Jadi ya udah deh, saya langsung dapet strukturnya, teksturnya yang berkembang dari awal sampai akhir, dan bahkan durasinya, yaitu cukup 2 menit aja. Ini rencana sih (kalau beneran besok kelar yak) akan jadi musik pembuka Jakarta New Year Concert tgl 13 Januari nanti di Ciputra. Eh kalau mau beli tiketnya masih discount 25% loh ampe akhir tahun! Cepetan deh, hubungi Chendra di 0818 891039 ya. Emang ga ada hubungannya ama musiknya Ismail Marzuki (kan temanya Millenial Marzukiana seperti dijelasin di tulisan blogger ini ) tapi namanya juga musik pembuka. Dengan musik ini saya sih pingin bikin “aural experience”nya tsunami, semoga bisa “kena” ke hati penonton untuk ikut bersimpati dengan mereka yang terpaksa mengalaminya, bahkan jadi korban ya.
Ya udah jangan ngoceh mulu, tulis musiknya lah bro! Back to work ya. Ini enaknya karya ini judulnya apa ya? Apa “Tsunami” aja ya? Tau ah, kelarin dulu yg penting.
Happy holidays, ma friends! Ketemuan nanti di Millenial Marzukiana ya?
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s